Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dan Evaluasi Dukungan Program 3 Juta Rumah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Selasa (3/2/2026).
Kegiatan zoom meeting tersebut berlangsung di ruang rapat Sekda Buay Pemuka Pengiran Ilir dan dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Way Kanan, Dr. Arie Anthony Thamrin, S.STP., M.IP.
Arie mengatakan, rakor ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta menekan laju inflasi, terutama pada komoditas strategis yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.
Dalam rapat dibahas perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator pengendalian inflasi di daerah. Sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian, di antaranya cabai rawit dan daging ayam ras yang berkontribusi signifikan terhadap pergerakan IPH di sejumlah wilayah.
Selain itu, rakor juga mengevaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan di daerah.
“Melalui keikutsertaan dalam rakor ini, Pemkab Way Kanan menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau, serta mendukung program nasional yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Arie.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memaparkan inflasi tahunan pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen.
Menurut Amalia, kenaikan inflasi dipengaruhi normalisasi tarif listrik pada awal 2026. Sebelumnya, pada Januari–Februari 2025 pemerintah memberikan diskon listrik 50 persen sehingga memunculkan efek basis rendah pada tahun berikutnya.
“Kenaikan inflasi tahunan ini tidak lepas dari dampak lanjutan normalisasi harga listrik, setelah sebelumnya ada diskon tarif listrik. Kondisi ini memunculkan efek basis rendah,” jelasnya.
Ia juga menyebut inflasi Februari 2026 secara bulanan tercatat 0,68 persen. Kelompok pengeluaran listrik, air, dan kebutuhan rumah tangga menjadi penyumbang terbesar inflasi. Sementara inflasi makanan juga tercatat 0,68 persen.
Di sisi lain, tren harga emas dunia terus mengalami kenaikan mengikuti pasar internasional. Meski demikian, tarif listrik saat ini dalam kondisi tetap.
Rakor ini diharapkan mampu memperkuat langkah pengendalian inflasi di daerah sekaligus mendorong percepatan realisasi Program 3 Juta Rumah di Way Kanan.